Sidokkes Polres Gumas Pastikan Menu MBG Aman Dikonsumsi, Tidak Ditemukan Boraks dan Formalin

Sidokkes Polres Gumas Pastikan Menu MBG Aman Dikonsumsi, Tidak Ditemukan Boraks dan Formalin

Kuala Kurun, Xposekalimantan.com – Upaya menjamin keamanan pangan bagi peserta didik terus dilakukan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Gunung Mas (Gumas). Melalui program pemeriksaan rutin terhadap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), jajaran kesehatan Polres memastikan hidangan yang dibagikan kepada ratusan siswa bebas dari bahan kimia berbahaya.

PS Kasidokkes Polres Gumas, Bripka Yana Maria, Amd.Kep menyampaikan, setiap menu yang akan dibagikan tidak langsung disalurkan sebelum melewati serangkaian uji kelayakan. Pemeriksaan meliputi keamanan kandungan bahan, higienitas, hingga kualitas rasa dan tekstur makanan.

“Menu yang diuji kali ini terdiri dari nasi hijau, ayam hainan, tempe goreng, acar kuning dan buah lengkeng. Seluruhnya telah melalui uji organoleptik dan hasilnya dinyatakan baik,” jelasnya, Senin (1/12/2025).

Tahapan selanjutnya yakni pemeriksaan menggunakan rapid test kit untuk mendeteksi kandungan boraks, formalin, hingga arsenik. Dari pengujian tersebut, seluruh sampel dipastikan negatif bahan kimia berbahaya dan dinyatakan aman dikonsumsi.

Sebagai langkah pengawasan berkelanjutan, Sidokkes juga menyiapkan lima sampel arsip yang disimpan dalam lemari pendingin. Penyimpanan dilakukan sebagai prosedur standar guna memastikan keamanan pangan dapat ditelusuri apabila di kemudian hari terjadi keluhan kesehatan dari peserta didik.

“Sampel arsip merupakan bagian dari SOP. Ini bentuk komitmen kami dalam menjamin mutu gizi dan keamanan menu MBG,” tegas Yana.

Seluruh proses pemeriksaan dilakukan di Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Gumas. Hingga saat ini, program MBG telah menjangkau 2.246 siswa di enam satuan pendidikan, yakni SMAN 1 Kurun, SMKN 1 Kurun, SMPN 1 Kurun, TK Pembina, MTs Nurul Yaqin, serta MA Nurul Yaqin.

Pihak kepolisian berharap pengawasan rutin tersebut mampu memastikan para pelajar memperoleh asupan nutrisi berkualitas tanpa kekhawatiran kandungan berbahaya dalam makanan.

“Standar keamanan pangan itu prioritas utama. Kami ingin memastikan program ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga benar-benar menyehatkan,” tutur Yana menegaskan. (red/foto:ist)