Refleksi IJTI 2025: PHK Massal dan Beban Kerja Berlebih Ancam Masa Depan Jurnalisme TV
Jakarta, Xposekalimantan.com – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi jurnalisme televisi sepanjang tahun 2025. Dalam refleksi akhir tahun, Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan menyebut profesi jurnalis televisi berada dalam tekanan multidimensi.
Menurut catatan IJTI, lebih dari seribu jurnalis televisi kehilangan pekerjaan akibat gelombang PHK di berbagai stasiun televisi. Situasi ini dinilai berdampak langsung pada kualitas pemberitaan dan stabilitas mental para jurnalis yang masih bertahan.
Selain PHK, praktik efisiensi ekstrem melalui skema one-man show menjadi sorotan. Jurnalis dipaksa mengerjakan beberapa fungsi sekaligus di lapangan, kondisi yang berpotensi menurunkan akurasi berita dan meningkatkan risiko keselamatan.
Herik juga mengingatkan bahwa pasca Pemilu dan Pilkada, independensi jurnalis kerap diuji oleh tekanan kepentingan politik dan kekhawatiran kehilangan pekerjaan. Namun demikian, IJTI menegaskan bahwa integritas jurnalistik tidak boleh ditukar dengan rasa aman sesaat.
Menghadapi 2026, IJTI optimistis jurnalisme televisi masih memiliki masa depan selama tetap berpijak pada prinsip kepercayaan publik. Media yang mengedepankan kredibilitas diyakini mampu bertahan di tengah gempuran disrupsi dan teknologi AI. (red/foto:ist)
