Mahasiswa Muhammadiyah Nilai Program Swasembada Pangan Pemerintah Strategis untuk Kedaulatan Nasional
Jakarta, Xposekalimantan.com – Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional menuai apresiasi dari kalangan mahasiswa. Koordinator Presidium Nasional BEM PTMA Seluruh Indonesia, Yogi Syahputra Alidrus, menyatakan bahwa program yang diinisiasi Kementerian Koordinator Pangan RI merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut disampaikan langsung oleh Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan dalam agenda Silaturahmi Wawasan Kebangsaan (SWK) BEM PTMA Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dalam pemaparannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi fokus utama pemerintah, bukan hanya sebagai agenda ketahanan nasional, melainkan juga sebagai fondasi ekonomi rakyat.
“Ini bukan program biasa. Kita tidak hanya bicara beras, tapi juga jagung, kedelai, gula, tebu, kopi, hingga kakao sebagai komoditas strategis. Semua sektor terkait pangan harus bergerak bersama,” tegasnya di hadapan peserta.
Menurutnya, penguatan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang juga tengah disiapkan agar dapat memenuhi kebutuhan konsumsi nasional yang terus meningkat.
Sikap pemerintah tersebut mendapatkan sambutan positif dari BEM PTMA. Yogi menilai arah kebijakan pangan menunjukkan perkembangan signifikan dan selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
“Kami melihat ada progres konkret. Kemenko Pangan menunjukkan keberpihakan terhadap produksi nasional. Ini penting demi kemandirian pangan Indonesia,” ujar Yogi saat diwawancarai usai agenda lanjutan di Gedung Pimpinan Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jumat (21/11/2025).
Selain fokus komoditas, Yogi menilai bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi unsur penting dalam menciptakan kemandirian pangan. Ia menyoroti program Menuju Bahan Gizi (MBG) yang memasukkan peran tenaga ahli gizi sebagai aspek wajib dalam implementasi kebijakan pangan nasional.
“Kemandirian pangan tidak hanya soal panen melimpah. Ini juga tentang kualitas SDM dan pemerataan akses gizi masyarakat. Program Kemenko Pangan menyentuh titik yang tepat,” tambahnya.
Yogi optimistis langkah pemerintah dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus membuka ruang pemberdayaan petani, pelaku UMKM, hingga generasi muda di sektor agroindustri.
“Kami percaya, jika konsisten dijalankan, program ini akan jadi tonggak baru kemandirian pangan bangsa,” tutupnya.
Program swasembada pangan ini disebut akan terus dikawal mahasiswa Muhammadiyah sebagai bagian dari peran strategis generasi muda dalam pembangunan nasional. (red/foto:ist)
