Kapolres Gumas Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Adat dan Hukum Negara dalam Musda III DAD

Kapolres Gumas Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Adat dan Hukum Negara dalam Musda III DAD

Kuala Kurun, Xposekalimantan.com – Musyawarah Daerah (Musda) III Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Gunung Mas resmi dibuka dengan nuansa kebersamaan dan komitmen memperkuat nilai-nilai adat di tengah dinamika pembangunan daerah. Salah satu bentuk dukungan hadir dari Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo, yang turut mengikuti kegiatan pembukaan di Gedung Pertemuan Umum Damang Batu, Kuala Kurun, Kamis (11/12/2025).

Musda yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 Desember 2025 ini, dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan tokoh adat, termasuk Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, Ketua Harian DAD Kalteng Andrie Elia Embang, unsur forkopimda, serta para damang se-Kabupaten Gumas.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menekankan bahwa keberadaan lembaga adat merupakan bagian penting dalam menjaga keharmonisan sosial. Menurutnya, hukum positif negara dan hukum adat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling menguatkan, terutama dalam menangani berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

“Polri melihat DAD bukan hanya mitra formal, tetapi bagian dari ekosistem budaya yang memiliki peran sentral dalam menjaga ketertiban dan menyelesaikan persoalan melalui kearifan lokal,” ujar AKBP Heru Eko Wibowo.

Ia menyebut, hadirnya polisi di tengah forum adat adalah bentuk penghormatan terhadap budaya Dayak serta dukungan terhadap nilai-nilai Huma Betang yang menjadi landasan hidup masyarakat setempat. Menurutnya, falsafah tersebut selaras dengan visi Polri dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif.

Kapolres juga berharap Musda III mampu menghasilkan pengurus baru yang visioner dan mampu menjawab tantangan modernisasi tanpa melupakan identitas budaya.

“Kita ingin DAD tetap menjadi pilar perekat masyarakat, menjaga adat, dan berkolaborasi dengan Polri dalam mencegah potensi konflik melalui pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai lokal,” jelasnya.

Sementara itu, agenda Musda tahun ini mencakup pemaparan laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2019–2024, penyusunan program kerja strategis, serta pemilihan pengurus DAD Kabupaten Gumas untuk periode 2025–2030.

Pembukaan Musda berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan. Seluruh rangkaian acara menggambarkan kuatnya semangat persatuan masyarakat Dayak dalam merawat identitas adat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang aman dan harmonis. (Red/foto:ist)