DPRD Kalteng Tekankan Pentingnya Regulasi dan Anggaran untuk Jaga Permainan Tradisional Dayak

DPRD Kalteng Tekankan Pentingnya Regulasi dan Anggaran untuk Jaga Permainan Tradisional Dayak

Palangka Raya, Xposekalimantan.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam menjaga eksistensi permainan tradisional Dayak sebagai bagian penting dari warisan budaya daerah yang sarat nilai pendidikan karakter bagi generasi muda.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, menyampaikan bahwa berbagai permainan rakyat seperti habayang, balogo, manyipet, hingga sebumbun bukan sekadar aktivitas hiburan, melainkan mengandung nilai sosial, kedisiplinan, keberanian, dan rasa kebersamaan yang relevan dengan kehidupan anak-anak saat ini.

Menurutnya, derasnya arus digitalisasi telah mengubah pola interaksi generasi muda yang semakin lekat dengan gawai. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk kembali menghidupkan permainan tradisional sebagai sarana pendidikan nonformal yang menyenangkan dan bermakna.

“Permainan tradisional bisa menjadi media pembelajaran karakter yang alami. Anak-anak belajar bekerja sama, menghargai aturan, dan mencintai budaya sendiri,” ujar Tomy, Jumat (23/1/2026).

Ia menekankan bahwa upaya pelestarian budaya tidak dapat dilakukan secara parsial atau bersifat seremonial semata. Diperlukan strategi yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas budaya, serta masyarakat adat.

DPRD Kalteng, lanjut Tomy, siap memberikan dukungan melalui penyusunan kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada pelestarian budaya lokal, termasuk mendorong integrasi permainan tradisional ke dalam kegiatan sekolah maupun agenda sosial kemasyarakatan.

“Permainan ini harus kembali hadir di ruang publik dan lingkungan pendidikan, bukan hanya dikenang sebagai cerita masa lalu,” tegasnya.

Penguatan kembali permainan tradisional Dayak dinilai sejalan dengan upaya menjaga identitas Kalimantan Tengah sekaligus membentuk generasi muda yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal di tengah kemajuan zaman. (red/foto:ist)